Samsung Galaxy Tab 2 7.0″

Samsung Galaxy Tab 2 7.0 inch

Samsung Galaxy Tab 2 7.0 inch

Sejak munculnya Samsung Galaxy Tab 7 plus dipasaran, keinginan kuat untuk memilikinya muncul. Disamping style-nya yang menarik, spesifikasi dalamnya yang membuat kepincut hehehe…

Keinginan terus memilikinya terbayang-bayang, sampai akhirnya masuk tahun baru tetap saja keinginan untuk memilikinya belum kesampaian. Tidak terasa produk anyar dari Samsung untuk PC Tablet telah muncul. Tidak mengetahui bagaimana performance dan dalamannya. Tetapi bayang-bayang akan memiliki Tab 7 Plus terus ada.

Di bulan Juni 2012, saat posisi di luar kota untuk melaksanakan tugas dari kantor, ada telepon dari my wife, “Ayah… mau ndak beli Samsung Galaxy Tab 2 7″ kata dia. Ya saya balas “Ndak usah, kalau mau beli, beli yang Tab 7 Plus saja… itu lebih baik” balas saya. “Tab 2 7 itu produk baru…” sangkal dia. “Nanti sajalah, kalau saya sudah pulang, kita bicarakan lebih lanjut” jawab saya.

Sesampai di rumah pulang dari luar kota, saya coba diskusi sambil browsing. Banyak informasi yang didapat berkaitan dengan spesifikasi Tab 2 7″, dan diskusi ditutup dengan keputusan “Ok-lah kita beli Samsung Galaxy Tab 2 7″ hehehe…

Klik disini untuk melihat spesifikasi Samsung Galaxy Tab 2 7″.

Tulisan berikutnya berkaitan dengan feature Security dari Samsung yang ada pada produk tersebut yaitu “Remote Controls”.

Selamat Natal Menurut Al-Qur’an

Tags

,

Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: “Ada anak sungai di bawahmu, goyangkan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: ‘Aku bernazar tidak bicara.’”

“Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,” demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali.”

Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.

Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus percaya kepada Muhammad SAW, karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi SAW juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan berpuasa ‘Asyura, seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s.

Continue reading »