Tags


Beberapa bulan yang lalu, dikantor saya membeli laptop Sony VAIO 10″ dan 15″, dengan kondisi HDD terformat dua partisi untuk notebook 10″ dan satu partition untuk notebook 15″.  Sedangkan kapasitas HDD memiliki kapasitas cukup besar yaitu 350 GB dan telah terinstal Windows 7 beserta software2 lainnya.

Untuk notebook 10″ saya sendiri yang menggunakannya, dan terbersit dalam pikiran untuk merepartisi kembali HDD tersebut, tetapi ada rasa malas untuk melakukan installasi lagi.  Mencoba mencari informasi di internet mengenai cara repartisi HDD yang sudah terpartisi, akhirnya saya dapatkan satu tools yang namanya “Partition Wizard”.  Saya beranikan untuk mengeksplore lebih jauh lagi, dan hasilnya ternyata memberikan solusi terhadap permasalahan yang saya hadapi yaitu me-resize kembali partisi yang sudah ada dan juga menambah partisi baru tanpa mengganggu partisi dan software yang telah diinstall sebelumnya.

Pengalaman ini ingin saya bagi ke siapa saja yang saat ini menghadapi permasalahan tersebut diatas.

Baiklah… dibawah ini penjelasan singkat disertai dengan beberapa gambar hasil capture dari proses resize partisi terhadap HDD dengan kapasitas 40 GB.

Gambar 1,  adalah kondisi awal  HDD dengan kapasitas 40 GB dan satu partisi.

Gambar 1. Kondisi Sebelum di Resize

Tujuan akhir dari proses ini adalah merubah HDD dengan kapasitas 40 GB dan satu partisi menjadi tiga partisi dengan masing-masing partisi berkapasitas 10 GB, 15 GB, dan 15 GB.

Untuk tools-nya bisa di download disini:  Download Partition Wizard (ISO).

Tools tersebut setelah selesai didownload harus di burn ke CD atau flashdisk sehingga bisa untuk boot. Dibawah ini adalah tampilan dari Boot dari CD hasil burn tersebut diatas. Anda bisa memilih pilihan pertama untuk masuk ke menu “Partition Wizard”.

Gambar 2. Boot dari CD Partition Wizard

Setelah itu akan tampil pilihan untuk menggunakan resolusi layar, pilihlah sesuai resolusi layar yang Anda inginkan.

Gambar 3. Pilihan untuk resolusi layar

Sesaat kemudian akan tampil gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4. Partition Wizard versi 5 Home Edition

Beberapa detik kemudian Anda akan memasuki tampilan utama dari tools tersebut. Tampak disana informasi mengenai HDD (Disk 1) yang hanya memiliki satu partisi dengan kapasitas 40 GB, dan telah terisi data (software yang terinstall) sebesar 5 GB. Dengan kondisi seperti ini, saya akan melakukan proses resize sesuai dengan penjelasan saya sebelumnya.

Gambar 5. Kondisi sebelum di Resize

Klik partisi aktif, kemudian pilih menu Move/Resize, maka akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini, dan rubahlah ukuran partisi yang diinginkan, dalam hal ini saya akan merubahnya menjadi 10 GB.

Gambar 6. Resize Partisi 40 GB menjadi 10 GB

Perubahan kapasitas untuk partisi aktif menjadi 10 GB akan memberikan sisa kapasitas sebesar 30 GB, sisa kapasitas ini akan saya gunakan untuk membuat partisi lagi menjadi dua partisi yang masing2 adalah 15 GB.

Sebelum membuat partisi, klik-lah baris “unallocated” (dibawah partisi aktif), kemudian klik tombol “Create”. Partisi pertama saya beri nama (label) “Software” ( gambar 7 ).

Gambar 7. Create Partisi baru "Software"

Sedangkan partisi berikutnya saya beri nama (label) “Data” ( gambar 8 ).

Gambar 8. Cretae Partisi baru "Data"

Seetelah selesai semua, tampilannya akan tampak seperti gambar dibawah ini:

Gambar 9. Tampilan operasi partisi yang akan dilakukan...

Untuk melakukan proses terhadap perubahan yang telah dilakukan, klik-lah tombol “Apply”, dan akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini, klik tombol “Yes” jika perubahan ingin diterapkan terhadap HDD Anda.

Gambar 10. Informasi "Apply changes ?"

Dibawah ini saya tampilkan salah satu tampilan proses saat create partisi “Sofware” dan langsung memformatnya.

Gambar 11. Tampilan dari salah satu proses resize...

Setelah proses diatas sukses, keluarlah dari tools “Partition Wizard” serta keluarkan CD dari CD/DVD Drive, agar proses booting menggunakan HDD.

Perlu diingat bahwa proses tersebut diatas membutuhkan waktu yang cukup lama, untuk itu bersabarlah menunggu dan jangan lupa untuk menggunakan UPS, agar saat proses berjalan jika listrik padam proses masih tetap berjalan dengan baik, jika tidak… habislah riwayat HDD Anda. Tetapi hal ini bukan berarti HDD Anda rusak, tetap bisa digunakan tetapi partisi dan data (software) yang ada didalam HDD sebelumnya akan hilang.

Jadi BERHATI-HATILAH…

Hasil dari proses diatas… jika sukses… dapat Anda lihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 12. Tampilan di Windows Explorer setelah proses Resize...

Hasil yang sangat menggembirakan…

Berani mencoba ?

Salam.