Bertepatan dengan kelahiran Nabi Isa as, kita akan mengupas penyeru kebenaran dan keadilan yang tak kenal lelah ini. Hari tersebut juga dikenal oleh pengikut Kristen dengan hari Natal atau kelahiran Isa Al-Masih.
Nabi Isa as yang dilahirkan dengan kebesaran Allah SWT tanpa seorang ayah untuk membuktikan kekuasaan-Nya dikenal bisa berbicara ketika masih bayi. Di Al-Qur’an surat Maryam ayat 30-33 disebutkan, berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32) dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali“.
Para nabi dan utusan Allah SWT bagi umat manusia di muka bumi dengan semangat tak kenal lelah menyampaikan amanat yang dibebankan oleh-Nya. Ajaran dan tuntutan untuk keselamatan serta kebahagiaan manusia adalah misi yang diemban para nabi. Mereka berusaha membangun hubungan antara manusia dan Tuhan yang didasari kesadaran dan kecintaan. Interaksi seperti ini mampu menyelesaikan berbagai kendala sosial baik dari sisi spiritual maupun materi di kehidupan manusia. Para nabi menyeru manusia untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Dengan bersandar pada ajaran tauhid, para nabi berusaha memperkokoh spirit kehambaan dan ibadah dalam diri manusia.
