Sekitar 3-4 tahun yang lalu, saya mengetahui adanya beberapa orang / teman yang memohon maaf menjelang masuk bulan Suci Ramadhan. Baik melalui HP (SMS), email, chatting, bahkan banyak juga yang langsung face-to-face. Karena perbuatan memohon maaf adalah anjuran oleh agama maka orang yang menerima maaf-pun wajib menyambutnya dengan ikhlas.
Muncul dalam pikiran saya, mengapa mohon maaf harus menunggu menjelang bulan Suci Ramadhan atau Iedul Fitri ? bukankah maaf-memaafkan bisa dilakukan setiap saat jika kita melakukan atau merasa berbuat salah terhadap orang lain ? alangkah indahnya jika hal itu bisa dilakukan setiap saat dan tidak harus menunggu menjelang bulan Suci Ramadhan atau Iedul Fitri.
Pencarian beberapa sumber yang menjadi pijakan dalam beragama (Hadist dan Al-Qur’an) dan mungkin orang / teman2 tsb sudah mengetahui adanya Hadist atau Al-Qur’an yang menganjurkan atau bahkan mewajibkan melakukan mohon maaf menjelang bulan Ramadhan, tetapi saya belum pernah menemukan adanya Hadist atau Al-Qur’an yang menganjurkan hal tsb.
Secara pribadi, saya tidak ingin ikut-ikutan dalam hal ini, tetapi juga tidak menolak jika ada yang meminta maaf menjelang bulan Ramadhan. Ya… hanya sedikit ga sreg mengapa harus menjelang Ramdhan ? bukankah kita sering bertemu ? bukankah kalau sering bertemu dan setiap bertemu kita sempatkan bersalam-salaman ? karena bersalam-salaman sudah memberikan indikasi kalau diantara kita tidak ada yang perlu dimaafkan ?
Beberapa sumber yang saya dapatkan menunjukkan tidak adanya sumber yang relevan jika dikaitkan dengan prosesi maaf-memaafkan menjelang bulan Ramadhan. Simak uraian berikut:
Anjuran Saling Memaafkan
Allah SWT berfirman:
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh“. (QS Al-A’raf: 199)
“… maka maafkanlah dengan cara yang baik“. (QS Al-Hijr: 85)
“… dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nuur: 22)
“Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan“. (QS Ali Imran: 134)
“Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS Asy-Syura: 43)
…tulisan ini masih bersambung, lain waktu diteruskan…